Bangun Strategi Pengembangan Kota, Pemkot Manado dan IKA Unsrat gelar Seminar Ilmiah Manado Facing The Future

Administrator | Jumat, 23 Juni 2017 - 21:26:10 WIB | dibaca: 338 pembaca

Manado - Menghadapi tantangan pembangunan dimasa yang akan datang dengan membawa visi pembangunan jangka panjang "Manado Kota Pariwisata Dunia 2025" dan visi jangka menengah "Manado Kota Cerdas 2021" , Pemkot Manado yang difasilitasi oleh Bapelitbangda Manado bekerjasama dengan IKA (Ikatan Keluarga Alumi) Unsrat pada Selasa (20/06) mengelar seminar ilmiah "Manado Facing The Future".

Dihadapan para peserta seminar, Walikota Manado, Dr. Ir. G.S. Vicky Lumentut, SH, MSi, DEA (Walikota Vicky Lumentut) pada kesempatan tersebut memaparkan isu strategis dan potensi Kota Manado, permasalahan yang dihadapi Kota Manado, dan strategi pengembangan infrastruktur Kota Manado.

Menurut Walikota Vicky Lumentut, bidang pariwisata masih menjadi potensi unggulan yang akan dikembangkan oleh Pemkot Manado kedepan. Dengan dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi dipastikan dunia pariwisata Kota Manado akan berkembang dengan baik.

"Untuk membuka akses ke Manado, saat ini telah dibuka penerbangan langsung ke Tiongkok yang dilayani oleh maskapai Lion Air, Citylink, dan Sriwijaya Air. Dalam waktu dekat ini akan dibuka juga penerbangan langsung ke Korea. Hal ini tentunya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari luar negeri." katanya.

Kesiapan objek wisata dan infrastruktur dalam mendukung dunia pariwisata Kota Manado menjadi perhatian khusus Pemkot Manado.

"Kawasan bersejarah yaitu titik nol Kota Manado yang terdiri dari Pelabuhan Manado dan Gedung Tua, Kampung Arab, Kampung Cina; Perayaan Imlek, atraksi Budaya Cap Go Meh, Taman Nasional Bunaken, Gunung Tumpa merupakan objek wisata andalan Kota Manado disamping objek-objek wisata lainnya" jelas Walikota Vicky Lumentut.

Lanjutnya Kota Manado baru saja ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata RI bersama 14 kota lainnya di Indonesia sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia, "Ini tentunya menjadi peluang bagi kita untuk terus berbena dan berinovasi untuk memajukan dunia pariwisata Kota Manado".

Walikota Manado menjelaskan bahwa dalam mencapai tujuan Manado Kota Pariwisata Dunia, terdapat 3 masalah besar yang dihadapi Kota Manado saat ini yaitu banjir, sampah, dan macet.

Terkait strategi pengembangan Kota Manado menurut Walikota Manado akan dilakukan dengan pertama merevitalisasi kawasan kota lama yang terletak pada pesisir pantai Teluk Manado dengan konsep Hunian Vertikal, Wisata Pantai dan menata garis sepadan sungai dengan konsep Manado River Front City, dan mengembangkan transportasi air pesisir dan sungai.

Strategi kedua yaitu mengembangkan kota baru dengan konsep Smart City.

Selain Walikota Vicky Lumentut, terdapat juga narasumber lainnya yang juga memaparkan pikiran-pikirannya untuk kemajuan Kota Manado sesuai dengan keahlian mereka, diantaranya Prof. Dr. Janny Kusen; Ir. Rido M. Ichwan, MCP; Prof. Dr. Ir. Ruddy Tenda; Prof. Dr. Patar Rumapea; Reiner Ointoe; Drs. Philep Regar, MS; Dr. E. Winokan, SH, MH; Prof. Dr. Lucky Sondakh; Jelly Walasendow, SE, SSTPar, M.Si; Dr. dr. Taufik Pasiak; dan Ir. D. M. Rondonuwu, MT.