Bapelitbangda Gelar Rakor Terbatas Pengentasan Kawasan Kumuh

Administrator | Senin, 11 September 2017 - 05:21:28 WIB | dibaca: 149 pembaca

Manado -  Pada Jumat (8/9) dengan dipimpin langsung oleh Kepala Bapelitbangda Manado, Dr. Liny Tambajong (Kaban Liny), Bapelitbangda mengadakan rapat koordinasi terbatas percepatan pengentasan kawasan kumuh di Kota Manado.

Pada kesempatan tersebut Kaban Liny mengatakan bahwa Kota Manado telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat menjadi 30 Kab/Kota di Indonesia yang masuk dalam program percepatan pemberantasan kawasan kumuh.

"Jadi pemerintah pusat telah menyetujui 25 titik kawasan kumuh dari 27 kawasan kumuh yang tersebar di Kota Manado." kata Kaban Liny.

Jelasnya, 10 titik kawasan kumuh di sekitar sungai Tondano menjadi prioritas Pemkot Manado untuk segera ditindaklanjuti.

"Oleh kotaku kawasan kumuh dibagi menjadi 6 bagian sesuai dengan tipologi dan karakteristik lahan, yaitu tipologi sungai, pesisir, dan bukit. Dari ketiga tipologi ini yang paling banyak kawasan kumuh itu, di Sungai Tondano terdapat 10 titik, ini menjadi prioritas yang akan diintegrasikan dengan program dan kegiatan kedepan" ujar Kaban Liny

Sambungnya, program yang akan dirancang dan dilaksanakan harus memiliki keterpaduan dengan program dan kegiatan Kab/Kota lainnya yang dilewati oleh Sungai Tondano.

Kaban Liny mengatakan memorandum program PKP yang telah dilaksanakan oleh Kotaku harus dimatangkan dengan melibatkan pihak swasta dalam pelaksanaannya.

"Untuk pembangunan contohnya taman dan ruang terbuka hijau dapat diserahkan kepada swasta lewat program CSR" kata Kaban Liny.

Terkait relokasi Pandu, Kaban Liny menyatakan perlu dibuatkan ruang terbuka hijau diarea perumahan relokasi untuk kenyamanan masyarakat disana.

"Untuk relokasi di Pandu, masyarakat setelah dipindahkan ke tempat baru, jangan dibiarkan. Kita harus buat mereka nyaman sehingga tidak balik lagi ke tempat mereka yang lama" ujarnya.