Berkolaborasi Lewat Bank Sampah, mengatasi Masalah Sampah Kota Manado

Administrator | Rabu, 13 Desember 2017 - 21:35:19 WIB | dibaca: 124 pembaca

Manado – Rabu (13/12) Bapelitbangda melaksanakan Rapat Persiapan Pemanfaatan Aplikasi  Bank Sampah Online dengan menghadirkan narasumber dari Volunteer Climate Leader, Bapak Marlon Kamagi.

Acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala Bapelitbangda Kota Manado, Dr. Liny Tambajong, ST, Msi.  “Pemkot mengeluarkan dana sekitar 40 Milyar untuk pengolahan persampahan, tetapi masih ada bias-bias sampah yang tersisa, oleh karena itu lewat kegiatan ini diharapkan bisa lebih meningkatkan pengolahan sampah kita, apalagi lewat aplikasi berbasis online. Selain itu juga, agar masyarakat dapat dilatih untuk bisa memilah-milah sampah. Sehingga lewat pengolahan sampah yang terintegrasi ini kita bisa menyelamatkan lingkungan dan memperindah kota kita”, Ujar Kaban Liny.

Kegiatan ini bertujuan agar tiap masyarakat memiliki kesadaran diri untuk mengolah persampahan, dimulai dari memilah sampah rumah tangga. Diharapkan kecamatan maupun kelurahan juga sudah memiliki Bank Sampah yang diolah secara online. Memang Pemkot sudah pernah mengadakan Program Bank Sampah, tetapi masih dirasa kurang maksimal pemanfaatannya.

Sebagai Volunteer Climate Leader, Bapak Marlon Kamagi menjelaskan betapa pentingnya ada Bank Sampah di tiap kecamatan maupun kelurahan. Tiap sampah dari masyarakat harus dipilah terlebih dahulu dari rumah tangga, kemudian akan ditimbang sesuai jenis sampah, dan akan dibayarkan sesuai berat dan jenis sampah tersebut. Semua data dari nasabah bank sampah, maupun data-data sampah yang dikumpulkan tiap harinya tercatat langsung dalam Aplikasi Online tersebut.

“Bank Sampah ini sangat berguna apalagi jika berbasis online. Nantinya pasti akan berkembang, dan diharapkan bisa menyamai aplikasi transportasi online yang sedang marak sekarang ini” Ujar Kaban Liny.

Selain itu, ternyata Bank Sampah ini sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, PT Bank BNI,Tbk serta nantinya juga dengan Pemkot Manado. Masyarakat yang menabung sampah, uangnya nanti akan dipakai untuk iuran BPJS. Tinggal bagaimana mekanismenya akan diatur.

Sukses Story dari Ibu Satria yang adalah pengurus Bank Sampah di Kelurahan Dendengan Dalam sangat menginspirasi. “Awalnya saya menyampaikan hal ini kepada tetangga-tetangga saya dengan cara door-to-door. Dan masyarakat juga menyambut baik. Sampah-sampah tersebut saya jemput dari rumah ke rumah dengan  meminta bantuan anak-anak lingkungan sekitar walaupun cuaca sangat panas dan dengan berjalan kaki. Tetapi seiring berjalan waktu, akhirnya masyarakat sudah terbiasa untuk memilah sampah dan membawanya langsung ke Bank Sampah”, ujar Ibu Satria.

Besar harapan dari Pemkot Manado, juga dari Pemerhati Pengolah Sampah dan Pengurus Bank Sampah yang tersebar di Kota Manado, agar mulai dari sekarang kesadaran masyarakat untuk memilah sampah harus ditingkatkan. Dengan sampah yang sudah dipilah dapat dijual, dan hasilnya menjadi manfaat bagi masyarakat itu sendiri.